Melakukan service rutin mobil penting untuk menjaga semua komponen kendaraan tetap bekerja dengan baik sehingga berkendara lebih aman dan nyaman.
Service atau servis berkala membantu mencegah kerusakan yang tidak perlu, memperpanjang umur mesin, dan menghindarkan Anda dari biaya servis mobil mahal di kemudian hari.
Jenis servis mobil dan biayanya bisa bervariasi. Umumnya service rutin di bengkel dilakukan setiap 6 bulan atau setiap kelipatan 10.000 kilometer. Namun, mobil yang sering menempuh jarak jauh atau melewati medan berat direkomendasikan untuk lebih sering diservis.
Untuk memahami jadwal penting dan manfaat servis rutin mobil, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini.
Kenapa Harus Service Rutin Mobil?
Merawat mobil lewat servis berkala membantu agar kinerjanya tetap optimal karena semua komponen dicek dan diganti sesuai kebutuhan.
Service berkala mobil juga mencegah kerusakan kecil berkembang jadi masalah besar. Mobil pun lebih awet dan nilai jualnya tetap bagus. Selain itu, konsumsi bahan bakar dan emisi jadi lebih efisien.
Baca Juga : 9 Panduan Cek Mobil sebelum Mudik Agar Perjalanan Aman!
Tanda-Tanda Mobil Harus Diservis
Merawat mobil secara rutin penting untuk menjaga performanya tetap stabil dan mencegah kerusakan. Service berkala juga bisa membantu memperpanjang usia mobil Anda.
Karena itu, jangan abaikan perawatan apalagi jika mulai terasa penurunan performa. Berikut tanda-tanda mobil sudah perlu segera dibawa ke bengkel:
Lampu indikator menyala: Lampu indikator, seperti rem, oli, atau check engine yang menyala berarti ada masalah pada mobil dan perlu dicek segera.
Mobil mulai sulit dikendalikan: Setir berat atau rem kurang responsif, bisa jadi tanda kamu harus segera ke bengkel. Mengabaikannya bisa memperparah kerusakan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Mesin mengeluarkan suara kasar: Bunyi dentingan, getaran, atau berisik menjadi tanda adanya komponen yang bermasalah. Segera cek ke bengkel supaya kerusakannya tidak makin parah.
Mobil susah distarter: Hal ini bisa terjadi apabila terdapat masalah pada komponen, seperti busi, sistem pengapian, atau bagian mesin lainnya. Jangan biarkan terlalu lama karena bisa memperparah kerusakan.
Konsumsi bensin lebih boros: Konsumsi bensin yang boros bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem bahan bakar mobil. Jangan tunggu semakin parah, segera bawa ke bengkel untuk dicek.
Bau terbakar dari kap mesin: Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada kelistrikan atau kabel yang berpotensi korsleting.
Baca juga: Apa Itu Mobil Hybrid? Solusi Kendaraan Hemat Bahan Bakar
Jadwal Service Rutin Mobil
Service rutin biasanya mencakup pengecekan ringan pada mobil. Mobil baru perlu servis pertama setelah menempuh 1.000 km. Berikutnya, lakukan servis berkala setiap kelipatan 5.000 km. Berikut rincian servis mobil yang perlu diperhatikan:
1. Service Mobil 1.000 KM Pertama
Servis berkala 1.000 km adalah layanan pertama yang wajib dilakukan setelah membeli mobil baru. Biasanya servis ini gratis karena masih dalam masa garansi.
Tujuannya untuk memastikan mobil bebas cacat. Mekanik juga akan mengecek semua komponen dan menanyakan apakah terdapat keluhan pada mobil.
2. Service Mobil Setiap 5.000 KM
Setelah servis pertama, Anda perlu servis lagi saat mobil mencapai 5.000 km. Pada tahap ini, oli dan filter oli akan diganti, sementara kampas rem dicek sesuai kondisinya.
Bengkel juga akan memeriksa sistem steering dan semua fluida. Biasanya servis kedua masih gratis karena termasuk masa garansi.
3. Service Mobil Setiap 10.000 KM
Saat mobil mencapai 10.000 km, pengecekan biasanya lebih lengkap, termasuk pembersihan rem dan roda. Kampas rem dicek, ban dirotasi menyilang, lalu dilakukan spooring dan balancing.
Oli mesin, oli transmisi, dan filter oli wajib diganti. Bengkel juga bisa menambah pemeriksaan opsional sesuai persetujuan Anda.
Baca Juga : 8 Persiapan Mudik dengan Mobil Pribadi, Wajib Diperhatikan!
4. Service Mobil Setiap 15.000 KM
Servis 15.000 km punya pengecekan yang mirip dengan servis 5.000 km. Oli mesin menjadi bagian pertama yang wajib diganti. Setelah itu, bengkel akan memeriksa kolong mobil dan baut-bautnya. Suspensi juga dicek untuk memastikan kondisinya masih layak.
5. Service Mobil Setiap 20.000 KM
Servis 20.000 km biasanya mencakup pengecekan yang lebih detail untuk memastikan mobil tetap prima. Mekanik akan memeriksa kondisi transmisi dan suspensi.
Kedua komponen ini sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan berkendara. Karena itu, penting buat Anda memastikan semuanya selalu dalam kondisi baik.
6. Sebelum dan Setelah Perjalanan Jauh
Sebelum menempuh perjalanan jauh, Anda perlu memastikan semua komponen mobil dalam kondisi prima. Karena itu, lakukan service besar di bengkel resmi untuk pemeriksaan mendalam.
Perawatannya mencakup pengecekan rem, oli, air radiator, ban, hingga sistem pengapian. Tujuannya adalah agar mobil tetap aman dan siap dipakai selama perjalanan jauh.
7. Setelah Terendam Banjir
Jika mobil terendam banjir, segera bawa ke bengkel supaya kerusakan pada mesin dan sistem kelistrikan tidak semakin parah.
Perawatan rutin juga penting untuk menjaga performa dan memastikan semua komponen bekerja dengan baik demi keamanan dan kenyamanan berkendara.
Baca juga: Kenali 11 Merek Aki Mobil Terbaik dan Tips Memilihnya
Komponen yang Perlu Dicek saat Service Rutin Mobil
Supaya tidak terlewat, Anda perlu tahu komponen apa saja yang harus dicek saat servis mobil. Ada beberapa bagian yang wajib diperiksa secara berkala. Pemeriksaan ini membantu menjaga performa mobil. Berikut daftar komponen yang biasanya dicek dan diperbaiki:
AC mobil: Perlu servis setahun sekali atau tiap 10.000–20.000 km atau 5.000 km di area berpolusi. Biayanya sekitar Rp300 ribu–Rp2 juta tergantung jenis mobil dan komponen.
Komponen kaki-kaki: Ball joint, tie rod, dan bushing perlu diganti sekitar tiap 100.000 km. Biaya servisnya mulai Rp600 ribu hingga Rp9 juta.
Busi: Berfungsi sebagai pemantik mesin dan kondisi yang kotor bisa membuat mobil susah dinyalakan serta boros bahan bakar. Idealnya, busi diganti setiap 20.000 km.
Lampu mobil: Dicek saat servis rutin untuk memastikan penerangan tetap optimal. Ini penting agar berkendara malam hari tetap aman dan nyaman.
Spooring dan balancing: Perlu dicek terutama jika mobil sering melewati jalan rusak. Pastikan juga kondisi ban masih layak pakai, idealnya diganti tiap 5–6 tahun.
Kampas rem: Jika aus bisa mengurangi kepakeman dan membuat minyak rem berkurang sehingga pengereman jadi tidak aman. Karena itu, komponen ini perlu dicek dan diganti saat mulai menipis.
Kampas kopling: Perlu diganti saat mobil menempuh 30.000–40.000 km karena berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi.
Filter: Begitu juga filter AC yang perlu diganti supaya debu dan kuman tidak masuk ke evaporator dan udara kabin tetap sehat.
Aki: Perlu dicek rutin karena menjadi sumber kelistrikan mobil dan bisa membuat mobil sulit distarter saat mulai lemah.
Oli dan filternya: Harus diganti rutin karena berfungsi melumasi mesin, mencegah aus, dan membersihkan kotoran agar performa mobil tetap optimal. Idealnya oli mesin diganti setelah 1.000 km pertama lalu setiap 5.000 km atau tiap 6 bulan, termasuk pengecekan oli transmisi.
Itulah pentingnya melakukan service rutin mobil untuk menjaga performa dan kenyamanan berkendara. Rutin memeriksa dan merawat kendaraan bukan hanya mencegah kerusakan yang tidak diinginkan, tapi juga memastikan mobil selalu dalam kondisi optimal.
Jika perlu servis mobil dengan standar profesional, NAWILIS siap membantu. Dengan pengalaman spesialisasi spooring dan balancing lebih dari 62 tahun, NAWILIS menjadi rujukan bagi bengkel umum maupun resmi di Indonesia.
Selain itu, NAWILIS menyediakan berbagai jenis ban, oli, dan sparepart yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda, ditangani dengan presisi dan kualitas kerja terbaik.
Jangan tunggu masalah muncul, segera lakukan service rutin mobil di NAWILIS untuk memastikan kendaraan Anda selalu aman, nyaman, dan siap digunakan kapan saja!

